Sunday, June 1, 2014

Peta Kerja Setempat

Peta kerja setempat berbeda dengan peta kerja keseluruhan,jika peta kerja keseluruhan menggambarkan  kegiatan kerja secara keseluruhan dari awal sampai akhir proses namun pada peta kerja setempat menggambarkan kegiatan kerja hanya pada bagian atau proses kerja tertentu. Peta kerja setempat digunakan untuk menganalisa dan memperbaiki proses kerja yang ada dalam suatu stasiun kerja sehingga tercapai keadaan ideal. Peta kerja setempat dibagi menjadi 2 yaitu :



1. Peta pekerja dan Mesin ( Man and Machine Process Chart )

Peta pekerja mesin akan menunjukan hubungan waktu kerja antara siklus kerja operator (pekerja) dengan siklus operasi dari mesin atau fasilitas kerja lainnya. Para pekerja dan mesin akan menggambarkan koordinasi atau hubungan antara waktu bekerja dan menganggur dari kombinasi siklus kerja operator/pekerja dan mesin. Dengan demikian peta ini akan menjadi alat analisa yang baik guna mengurangi waktu menganggur. Informasi paling penting yang diperoleh dari peta pekerja dan mesin ini adalah hubungan yang jelas antara waktu siklus bekerja operator dan waktu operasi mesin yang ditanganinya.

  • Mengubah tata letak tempat kerja
  • Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja
  • Merancang kembali mesin dan peralatan
  • Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya. 



2. Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan ( Left and Right Hand Chart )

Peta tangan kiri dan tangan kanan merupakan suatu alat dari studi gerakan untuk menentukan gerakan-gerakan yang efisien, yaitu gerakan-gerakan yang memang diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan (Sutalaksana, 1979). Peta ini menggambarkan semua gerakan-gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan suatu pekerjaan.
  • Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan.
  • Menghilangkan(eliminiasi) atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif, sehingga akan mempersingkat waktu kerja.
  • Sebagai alat untuk menganalisa tata letak stasiun kerja.       


Saturday, May 31, 2014

Peta Kerja Keseluruhan

Peta kerja keseluruhan adalah peta yang menggambarkan kegiatan kerja secara keseluruhan dari awal sampai akhir proses, berbeda dengan peta kerja setempat yang berfokus hanya pada salah satu kegiatan proses saja. Ada empat macam peta  kerja keseluruhan yaitu peta proses operasi, peta aliran proses, diagram alir dan peta proses kelompok kerja. Berikut penjelasannya.

Macam-macam Peta Kerja Keseluruhan

1) Peta Proses Operasi (OPC)

Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan
sesuai dengan urutan-urutan operasi dan pemeriksaan.

 - Informasi yang di berikan :
  • Waktu 
  • Material 
  • Mesin
  • Tempat
- Kegunaan OPC :
  • Mengetahui kebutuhan mesin 
  • Memperkirakan kebutuhan akan bahan baku
  • Alat untuk menentukan tata letak pabrik 
  • Alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai
  • Alat untuk latihan kerja
contoh OPC yaitu sebagai berikut :




* catatan :  Produk yang paling banyak memerlukan operasi harus dipetakan
terlebih dahulu ( di paling kanan atas)!


2) Peta Aliran Proses (FPC)

  Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses secara lebih rinci dan lengkap
dari setiap komponen pembentuk suatu produk

-Informasi yang diberikan :
  • Urut-urutan operasi
  •  Pemeriksaan
  •  Transportasi
  •  Menunggu
  •  Penyimpanan
-Kegunaan FPC :
  • Memberi informasi aliran bahan atau aktivitas orang mulai awal masuk proses
    sampai aktivitas terakhir
  • Memberi informasi mengenai waktu penyelesaian suatu prose
  • Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan atau orang selama proses
    berlangsung
  • Alat untuk perbaikan proses atau metoda kerja
-Peta aliran proses dapat menganalisa kondisi-kondisi kerja yang ada guna
memperoleh keuntungan atau perbaikan proses kerja seperti:
  • Mengeliminir operasi-operasi yang tidak perlu
  •  Mengurangi jarak perpindahan dari satu operasi ke operasi lainnya
  •  Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia karena kegiatan menunggu
  •  Menunjukkan operasi-operasi mana yang seharusnya memiliki kemungkinan
    untuk digabungkan
  •  Menunjukkan langkah-langkah operasi maupun pemeriksaan yang terlalu
    berlebihan ataupun pengulangan (duplikasi)
  •  Menunjukkan pekerjaan – pekerjaan dan lokasi dimana pekerjaan tersebut
    dilaksanakan
Contoh peta aliran proses :



3) Diagram Aliran

Gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung yang menunjukkan lokasi
dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses

-Kegunaan Diagram Aliran :
  • Memperjelas suatu Peta Aliran Proses
  • Membantu dalam memperbaiki tata letak tempat kerja
-Prinsip Pembuatan Diagram Aliran :
  • Identifikasi setiap aktivitas dengan lambang dan nomor sesuai dengan yang
    digunakan dalam Peta Aliran Proses
  •  Arah gerakan dinyatakan oleh anak panah kecil yang dibuat secara periodik
    sepanjang garis aliran
  • Jika dalam ruangan terjadi lintasan lebih dari satu orang atau barang, maka
    dibedakan dengan warna bermacam-macam.
Contoh diagram aliran :


4) Peta Proses Kelompok Kerja 

  • Merupakan kumpulan dari beberapa peta aliran proses, dimana setiap petaaliran proses akan menunjukkan satu seri kerja dari seorang operator
  •  Menunjukkan beberapa aktivitas dari sekelompok orang yang bekerjabersama-sama dalam suatu proses, dimana satu aktivitas dengan aktivitas lainnya saling bergantungan 
-Kegunaan Peta Proses Kelompok Kerja :
  •  Alat untuk menganalisa aktivitas suatu kelompok kerja
  •  Mengurangi waktu/aktivitas menunggu, sehingga:
              -Bisa mengurangi ongkos produksi atau proses              -Bisa mempercepat waktu penyelesaian produksi atau proses

Contoh Peta Proses Kelompok Kerja :

Saturday, May 24, 2014

APK - Pendahuluan

Analisis Perancangan Kerja (APK) adalah salah satu bidang ilmu yang dipelajari dalam jurusan Teknik Industri. Ilmu ini mempelajari tentang bagaimana kita dapat menilai kebaikan dan keburukan dari suatu sistem kerja. Dalam APK, yang menjadi perhatian adalah meminimalisir waktu, jarak, dan faktor lain yang dapat diubah agar dalam suatu sistem tersebut produktivitas akan suatu pekerjaan mendekati maksimal.

Apa itu sistem? Sistem memiliki definisi yaitu "kesatuan dari beberapa elemen yang berkaitan dan melakukan kerja sama untuk mencapai tertentu". Jadi, segala sesuatu yang berhubungan dan melakukan suatu team work bisa disebut sebagai sebuah sistem. Ambil contoh sebuah CPU komputer. CPU memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan melalui motherboard seperti harddisk, RAM, Power supply, dll. Satu saja komponen rusak, maka sistem komputer akan menampilkan Bluescreen yang menampilkan error. Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa ada sistem yang baik (komponennya prima) dan sistem yang buruk (komponennya rusak).
Tujuan dan Ruang Lingkup APK

Dalam ilmu APK, sistem kerja yang dikaji tidak lepas dari elemen manusia, bahan, mesin, lingkungan, dan energi. Sistem kerja ini dirancang sedemikian rupa, baik perancangan baru maupun perancangan perbaikan sehingga memenuhi tujuan dari APK, yaitu mendapatkan suatu sistem kerja yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien (EASNE).

Pengaplikasian ilmu APK dalam kehidupan sehari-hari terbatas dalam suatu stasiun kerja saja sehingga APK lebih terfokus dalam perancangan dan perbaikan sistem kerja yang melibatkan manusia, mesin, bahan, energi, dan lingkungan yang tidak lain adalah elemen sistem kerja itu sendiri.

Sejarah APK


APK memiliki sejarah penting pada era abad ke-20. Frederick Winslow Taylor dan Frank Bunker Gilbreth memberi kontribusi penting bagi ilmu APK sampai sekarang ini. 

Kontribusi F. W. Taylor yang paling terkenal dalam ilmu manajemen adalah ide tentang penggunaan metode ilmiah dalam manajemen (Scientific Management). Ide ini muncul ketika Taylor merasa tidak puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama—nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian selama 20 tahun berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah "teknik terbaik" dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.

F. B. Gilbreth menemukan bidang penelitian yang ia sukai ketika masih bekerja sebagai kontraktor bangunan. Pada waktu itu, ia mencari cara terefisien dan termudah untuk mendirikan tembok dari batu bata. Bersama istrinya, ia meneliti kebiasaan kerja pegawai tingkat klerikal dan manufaktur dalam usaha mencari cara meningkatkan hasil kerja dan membuat pekerjaan mereka menjadi mudah dan efektif. Bersama istrinya, ia mendirikan firma konsultasi manajemen bernama Gilbreth, Inc.
Menurut Claude George (1968), Gilbreth mengurangi semua gerakan tangan menjadi sejumlah 17 gerakan dasar, termasuk memegang, membawa, dan memegang untuk memakai. Nama ke-17 gerakan dasar tersebut adalah therblig yang diambil dari namanya sendiri ("Gilbreth") yang dieja terbalik. 

Gilbreth mengusulkan 40 simbol dalam membuat peta kerja, tetapi ASME (American Society of Mechanical Engineering) menyederhanakan simbol-simbol  tersebut menjadi lima simbol hingga saat ini. Simbol tersebut antara lain yaitu proses, pemeriksaan, transportasi, menunggu dan penyimpanan. Ada satu simbol lagi yang merupakan gabungan dari proses dan pemeriksaan. Berikut simbol-simbolnya: